Kenapa Sapi di Anggap Suci Dalam Hindu? Simak Ulasan Berikut Ini

Om Swastiastu,

Pada postingan kali ini saya akan merangkum beberapa hal tentang Sapi dalam Hindu. Dapat kita ketahui bahwa Sapi dianggap suci oleh Agama Hindu. Banyak faktor yang membuat Agama Hindu menganggap Sapi itu suci, selain dari apa yang dilakukan sapi untuk membantu masyarakat, sapi juga banyak diangungkan di kita suci Weda.



Keagungan Sapi


Jika kita mau sedikit saja meluangkan waktu membaca buku-buku yang mengulas tentang ini tentu pembantaian sapi tidak akan terjadi lagi. kita akan membahas sloka dalam Weda yang melindungi dan mengagungkan sapi

Dalam kitab Reg Weda 


Dalam kita Reg Weda dari awal sampai akhir memuat sloka-sloka yang mengajarkan kita agar tidak menyakiti sapi dan mengagungkan sapi :

Are te goghnamuta purusaghanam

Artinya :

Hendaklah senjatamu bukan untuk membunuh sapi dan manusia.

Gaurme mata vrsabhah pita me divah sarva jagati me pratistha

Artinya :

Sapi adalah ibu kita,sapi jantan adalah ayah kita. Kedua mahluk ini adalah pemberi kebahagian kepada kita baik di dunia ini maupun setelah meninggal.

Simak beberapa sloka berikut yang menjelaskan tentang sapi dan meanggungkan tentang sapi

Dalam sloka 1.164.27 disebutkan :

Sapi ini tidak boleh dibunuh, mempersembahkan susu kepada Dewa asini dan dia berkembang demi keuntungan kita.

Dalam sloka 5.83.8 disebutkan :

Ambilah ember yang besar,biarlah aliran amerta mengalir terus kedalam tempat itu. Penuhilah surga loka dan bumi ini dengan ghee dari sapi, dapatkanlah minuman utama dari sapi. Seluruh dunia seharusnya minum susu sapi karena dalam susu sapi terdapat zat yang dapat merangsang saraf-saraf rohani dalam otak.

Dalam sloka 8.11.15 disebutkan :

Sapi adalah ibu dari sebelas Rudra, putri dari para Vasu, saudari dari putra-putri Aditi, saudari sri Wisnu, pokok persembahan kurban-kurban pada para Dewa. Karena itu ku umumkan pada orang-orang berbudi pekerti dan bijaksana, janganlah membunuh sapi yang tidak berdosa dan tidak boleh dibunuh.

Dalam Yajur Weda


Dibawah ini disebutkan dalam beberapa sloka kitab Yayur Weda tentang Sapi, tentang keagungan sapi :

Apyayadhvamaghnya :

Lindungilah sapi, dia bagaimanapun juga tidak boleh dibunuh.
Itulah pesan Yajur Weda. Sayangilah sapi, lindungilah sapi. Sapi tidak boleh dibunuh sama sekali. dia adalah binatang suci yang memelihara kesejahteraan dunia. Jauhkan diri dari keikutsertaan membunuh sapi.


Gam ma hinsiraditi virajam : Jangan pernah membunuh sapi, tetapi perlakukan sapi sebagai ibu.
Dalam sloka 1.1, 12.32, 13.42, 13.44, 13.47, 13.48, 13.50, 11.2.1, 14.8 disebutkan :

janganlah membunuh mahluk mana pun, lindungi binatang, jangan membunuh kuda, jangan membunuh kambing, jangan membunuh binatang berkaki dua, jangan membunuh domba, jangan membunuh manusia, binatang berkaki dua dan berkaki empat.

Dalam sloka 23.48 disebutkan :

Sinar dari pengetahuan bisa dibandingkan dengan matahari, surga dibandingkan dengan lautan,ibu pertiwi adalah sangat cepat, lebih cepat lagi indra, tetapi catatlah bahwa sapi tidak pernah dapat dibandingkan dengan apapun.


Gam ma hinsih ( 13.42 ) jangan membunuh sapi, jangan membunuh sapi, jangan membunuh sapi 

Dalam Sama Weda


Weda mengajarkan untuk tidak menyakiti semua mahluk. Dalam salah satu slokanya disebutkan ; buah-buahan yang manis membuat bahagia pemakannya, itulah yang diberi sang pohon, dengan senang hati sang pohon berbuah bukan untuk dirinya namun untuk mahluk lain.

Sapi melimpahkan susu juga bukan untuk dirinya namun untuk mahluk lain. Akhirnya paropakararthamidam sariram yaitu guna badan ini adalah untuk melakukan kebaikan untuk orang lain.

Janganlah badan ini di gunakan untuk menyakiti atau membunuh mahluk lain. Durlabham manusam janma, sangat sulit mendapat tubuh manusia ini.

Atharwa weda


Diantara catur weda, kitab ini ditulis paling akhir, jadi isinya sepenuhnya cocok dengan ketiga Veda di atas, antara lain :

Genuh sadanam rayinam (11.1.34)

Sapi adakah gudang kekayaan. Tidak ada yang boleh merusak gudang kekayaan itu, kegiatan tersebut hanya menyebabkan kemiskinan lahir batin. Ibu pertiwi pun menderita karena pembunuhan sapi.

Sloka 13.1.56 menyebutkan :

Mereka yang menyentuh atau menendang sapi dengan kakinya dan mereka yang membuang air kecil menghadap matahari, orang demikian akan ku potong sumber asalnya, seterusnya untuk melihat bayangan orang itu didunia pasti sulit.

Sloka ini mengingatkan betapa besar dosa yang di akibatkan dari membunuh sapi, dimana roh orang tersebut sangat sulit untuk mendapat kesempatan terlahir kembali ke dunia (tinggal untuk waktu yang lama di neraka )

Atma mata guroh patni brahmani raja-patnika dhenur dhatritatha prthvi saptaita matarah smrtah

Artinya :

ada tujuh ibu yang harus di hormati : istri dari guru kerohanian, istri seorang brahmana, istri raja, sapi, perawat, bumi dan ibu kandung kita.

Mengapa sapi disini dikatakan ibu kita? 


kalau kita amati dalam kehidupan sehari-hari, kita akan sadari bagaimana besarnya peran dari sapi. Disaat sang ibu tidak dapat memberikan asi kepada anaknya maka tanggung jawab itu beliau serahkan kepada sapi dengan memberikan susunya dan peran dari sapi tidak hanya sebatas itu saja tetapi terus berlanjut bahkan sampai kematian menjemput orang itu, memperhatikan kenyataan ini apa tidak pantas sapi disebut sebagai ibu?

Bahkan nabi muhamad saw pun pernah memerintahkan pengikutnya untuk tidak menyakiti umi yang berarti ibu, perintah ini beliau katakan setelah sebelumnya beliau sakit dan hanya dapat
disembuhkan dengan minum susu dari sapi yang baru diperoleh pengikutnya setelah mencari sampai ke pegunungan himalaya.

Apa berpedaan menghormati dan memuju?


Ada perbedaan istilah antara  "menghormati" dan "memuja". Ajaran agama  Hindu memang memperlakukan sapi secara istimewa untuk menghormati sapi, tetapi bukan untuk memujanya.Hindu hanya memuja satu Tuhan,"eko narayanan na dwityo sti kascit" tapi menghormati seluruh ciptaanTuhan, terutama yang disebut "ibu". Dalam tradisi Hindu dikenal beberapa entitas yang dapat disebut sebagai ibu yang harus kita hormati, yaitu;


  • Ibu yang melahirkan kita, yaitu ibu kandung kita sendiri.
  • Ibu yang menyusui kita walaupun tidak mengandung kita
  • Ibu yang memelihara dan mengasuh kita walaupun tidak melahirkan dan menyusui kita.
  • Sapi yang telah memberikan sumber panca gavya dalam pengobatan Ayur Vedic .
  • Ibu pertiwi, yaitu bumi dan alam ini yang telah memberikan penghidupan pada kita dan harus kita jaga kelestariannya.


Sapi memang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Seperti di India,  terdapat system pengobatan yang dinamakan AyurVeda. Salah satu teknik pengobatannya disebut dengan "Panca Gavya" yaitu lima bahan yang menyucikan, yang dihasilkan oleh Sapi, yaitu : susu, yoghurt,ghee, kencing (urine) sapi dan kotoran sapi.

Manfaat sapi dalam kehidupan


Sapi memang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Seperti di India,  terdapat system pengobatan yang dinamakan AyurVeda. Salah satu teknik pengobatannya disebut dengan "Panca Gavya" yaitu lima bahan yang menyucikan, yang dihasilkan oleh Sapi, yaitu : susu, yoghurt,ghee, kencing (urine) sapi dan kotoran sapi.

Dari hasilpenelitian para ilmuwan, diketahui bahwa air kencing sapi (urine) dan kotoran sapi mengandung zat anti septik yang bisa digunakan untuk mengobatiberbagai jenis penyakit. Bahkan di dalam yajna dan memandikan pratima di berbagai kuil, bahan bahan ini sangat diperlukan.

Tanpa panca gavya,seseorang tidak bisa menginstalasi pratima di dalam kuil. Sapi juga membantu para petani di dalam berbagai hal, selain untuk membajak sawah,kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk yang memperbaiki lingkungan.

Jadi sesuai ajaran Hindu, apakah seorang manusia akan tega membunuh sapi dan memakan dagingnya ?,sedangkan sapi telah memberikan banyak sekali manfaat dalam kehidupan.Oleh sebab itu, sebagian besar umat Hindu di dunia berpantang untukmengkonsumsi daging sapi.

Dan tidaklah  mengherankan apabila banyak sekali ditemukan arca-arca sapi di situs purbakala maupuntempat-tempat suci, sebagai bentuk penghormatan kepada hewan ini.

Sri Krisna dan Sapi

Sri Krsna sendiri lebih memementingkan sapi dari semua makhluk hidup lainnya termasuk para brahmana. Seperti diuraikan di dalam sastra :

"namo brahmaëya-deväyago-brähmaëa-hitäya ca jagad-dhitäya kåñëäya govindäya namo namaù".
Sri Krsna yang muncul ke dunia material ini, secara langsung telah memberikan contoh untuk menghormati sapi.

Di Vrndavan, tradisi menghormati sapitetap berlangsung sampai sekarang. Di beberapa tempat di daerah pedalaman diVraja bumi, ketika mereka memasak roti (capati), sapi adalah prioritas pertama dalam pembagian roti.

Mereka mengangap bahwa Sri Krsna hanya akan menerima persembahan kalau mereka memuaskan sapi-sapi dan para Brahmana. Roti kedua, akan berikan kepada orang suci yang kebetulan lewat didaerah desa tersebut. Setelah itu barulah roti ketiga dipersembahkan kepada Sri Krsna.

Untuk melihat lebih dekat bagaimana cara umat Hindu menghargai Sapi, dapat dilihat pada salah satu daerah d iIndonesia yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, yaitu Pulau Bali. Pada anak-anak di Bali selalu diajarkan secara  turun temurun bahwa apabila ada seseorang yang makan daging sapi, orang tersebut dilarang untuk datang dan masuk  ke dalam Pura, dan dinyatakan telah melakukan perbuatan dosa.

Salah tanggap tentang sapi


Namun sayangnya, ajaran ini di salah artikan oleh masyarakat umum. Dengan larangan ini, sebagian masyarakat menganggap daging sapi dianggap sebagai makanan yang diharamkan oleh umat Hindu, dengan sendirinya sapi adalah binatang yang diharamkan juga.

Padahal tidaklah demikian, sesuai dengan ajaran dari  kitab suci Veda, sapi adalah binatang yang suci. Oleh sebab itu, setelah makan daging sapi, wajib hukumnya untuk menyucikan diri, proses ini disebut dengan prayascita.

Cara pen-suci-annya tidak hanya sekedar mandi sebelum memasuki tempat suci,melainkan juga harus merenungkan kembali perbuatan dosa tersebut dan berusaha untuk tidak mengulanginya kembali.

Kita hendaknya tidak melakukan prayascita seperti gajah mandi. Sri Pariksit maharaj di dalam Srimad Bhagavata mmenguraikan sebagai berikut.

  • kvacinnivartate 'bhadrät
  • kvaciccarati tat punaù
  • präyaçcittamatho 'pärthaà
  • manyekuïjara-çaucavat


Ke empat point diatas memiliki arti sebagai berikut :

Kadang kadang, orang sadar akan kegiatan berdosa namun melakukan kegitan berdosa lagi. Dengan demikian saya mengangap proses melakukan kegiatan berdosa yang berulang ulang dan penyucian berulang ulang sebagai hal yang tidak berguna.

Ini sama halnya dengan gajah mandi ( kunjara-sauca-vat), karena gajah membersihkan dirinya dengan mandinamun begitu selesai mandi dan kembali ke daratan, sang gajah akanmenghamburkan lumpur pada kepala dan badannya. ( Srimad Bhagavatam, 6.1.10).

Penutup


Ada banyak kitab suci yang mengatakan Sapi itu suci dan layak dihormati, bahkan Sri Krisna pun menghargai sapi yang sangat tekun membantu manusia.

Satu hal yang pasti yang dapat kita cerna adalah umat hindu menghindari penyembelihan sapi dan makan daging sapi bukan hanya sekedar takut untuk masuk neraka, melainkan karena rasa kasih sayang kepada sapi yang telah berkenan memberikan berbagai jenis manfaat seperti yang telah diuraikan di atas.

Om Santih, Santih, Santih Om


Referensi :

  • http://eliciadwipratama.blogspot.co.id/2015/07/sapi-dalam-hindu.html
  • http://majapahid.blogspot.co.id/2010/08/sapi-binatang-suci-menurut-hindu.html

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Japa Mantra Om Namah Siwaya (Siwa) dan Urutan Pengucapannya

Mitos dan Asal Usul Ulat Lulut

Kisah Radha Dan Krisna