Hari-hari Terakhir Sri Krisna (Sang Awatara Wisnu)

Om Swastiastu,

Setelah perang Bharatayudha, Krishna membawa Gandhari mengelilingi medan pertempuran Kurukshetra untuk menunjukkan tubuh-tubuh dari ke seratus anaknya yang telah meninggal. Setelah menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu, ia mengutuk Krishna : "Oh! Krishna, engkau adalah penyebab dari perang ini. Andaikata engkau tidak ikut serta dalam perang ini, anak - anakku akan masih hidup hari ini. Krishna, kamu dan keluargamu akan hancur dengan cara yang sama." Mendengar kutukan Gandhari, Krishna berkata : "Terima kasih, Ibu, Aku dengan senang menanti hari itu."  Krishna mengatakan itu karena keluarganya sendiri telah menjadi beban bagi Ibu Pertiwi, karena tindakan-tindakan jahat meraka yang memang pantas untuk satu penghancuran. Krishna kembali ke ketanah kerajaannya, Dwaraka, setelah penobatan Yudhistira, sulung dari Pandawa.


Suatu hari, ketika Sapta Rsi yang agung (tujuh Rsi yang hidup abadi), melewati Dwaraka, beberapa orang anak muda dari kaum Yadawa berniat untuk menjadikan mereka bahan lelucon. Para pemuda itu mendandani seorang remaja uasia 16 tahun seperti seorang gadis yang sedang hamil dan mereka bertanya kepada ketujuh Reshi Agung itu kapan gadis hamil itu akan melahirkan dan apa jenis kelamin bayi itu? Dalam satu suara ketujuh Reshi agung itu menjawab, "Gadis ini akan melahirkan satu gada baja dan seluruh wangsa Yadawa akan hancur lenyap oleh gada itu."  Setelah berkata demikian, Saptha Reshi itu menghilang ke dalam udara yang tipis. Orang-orang muda Yadawa itu tertawa-tawa tidak mengetahui bahaya yang segera akan datang.

Siapakah yang pernah mendengar seorang anak- laki-laki melahirkan sebuah gada? Setelah beberapa jam, lihat dan perhatikan! Anak laki-laki itu melahirkan sebuah gada baja yang buruk rupa. Anak-anak muda yang ketakutan itu segera mengambil gada itu dan membawanya kepada Ugrasena, salah seorang tokoh terkemuka dari klan Yadawa. Raja Ugrasena menggiling gada itu menjadi tepung dan membuangnya ke laut. Tepung itu kembali ke pantai dan menjadi semacam rumput yang menyerupai pisau. Satu keping tajam sisa gada yang dilempar ke laut ditelan oleh seekor ikan. Seorang nelayan yang bernama Jaras kebetulan menangkap ikan itu, ketika ia membuka mulut ikan itu ia terkejut menemukan seserpih baja yang aneh. Ia memberikan serpihan itu kepada seorang pemburu dan dijadikannya mata anak panah.

Sementara itu Krishna, mengetahui segala apa yang terjadi, mengundang Narada, bhaktanya yang terbesar, dan memberi tahu dia bahwa waktunya telah tiba bagi seluruh wangsa Yadawa, termasuk dirinya sendiri, akan dihancurkan untuk meringankan beban Ibu Pertiwi. Dia berkata bahwa dia sendiri akan terbunuh dan bahwa ia akan kembali ke Vaikunta sebagai Dewa Wishnu. Dia berkata bahwa dengan pelenyapan wangsa Yadawa dia telah memenuhi tugasnya sebagai Awatara. Suatu hari wangsa Yadawa mengadakan suatu perayaan besar di tepi pantai.

Tiba-tiba permusuhan muncul di antara mereka dan mereka saling menyerang satu sama lain dengan rumput panjang yang menyerupai pisau bekas gada yang dibuang ke laut itu. Perkelahian di antara para wangsa Yadawa menjadi demikian ganas sehingga dalam hitungan berapa jam seluruh anggota wangsa Yadawa mati di tepi pantai.

Setelah mengetahui bahwa seluruh wangsa Yadawa telah meninggal, Balarama, kakak dari Krishna, melompat ke laut dan mengakhiri hidupnya dengan satu methoda Yoga yang khusus. Krishna pergi ke hutan dan berbaring di bawah sebatang pohon.  Pada saat itu seorang pemburu lewat, melihat jari kaki Krishna, mengiranya sebagai seekor kelinci, dan menusuknya dengan panahnya. Krishna yang mengetahui segalanya dan mahakuasa, mulai berdarah dengan deras.

Pemburu itu, melihat malapetaka yang ditimbulkannya, bersimpuh di depan Krishna dan memohon pengampunannya. Krishna tersenyum dan memberi tahu pemburu itu bahwa ia sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun dan bahwa ia (Krishna) sesungguhnya mengikuti hukum Karma yang tidak tertulis, sebab dalam hidupnya sebelumnya ia telah membunuh pemburu itu. Pemburu itu pada kehidupan terdahulu adalah Raja Kera Subali dan Krishna pada kehidupan terdahulu adalah Sri Rama yang agung. Krishna kemudian meminta pemburu itu pergi dan memberi tahu setiap orang di Dwaraka bahwa ia akan meninggalkan badannya dan bahwa Dwaraka akan tenggelam di bawah air beberapa jam kemudian setelah kematiannya.

Singkat cerita, Krishna meninggalkan badannya dan kembali ke Alam Rohani Vaikunta sebagai Sri Vishnu. Setelah kepergian Krishna dari kehidupan di bumi ini, Dwaraka tenggelam di bawah laut. Dikatakan bahwa Sri Vishnu mengambil bentuk Krishna bilamana seorang bhakta memujanya dengan keyakinan yang dalam.


Om Santih, Santih, Santih Om

Referensi :

"Hari-hari terakhir Krishna" Di tulis oleh Ed. Viswanathan dan Diterjemahkan oleh N. P Putra
mohon dengan sangat untuk tidak mengedit teks ini sembarangan, karena teks ini berdasarkan aslinya, jadi tidak dilebih-lebihkan ataupun dikurangi suksma

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Japa Mantra Om Namah Siwaya (Siwa) dan Urutan Pengucapannya

Mitos dan Asal Usul Ulat Lulut

Kisah Radha Dan Krisna