Bhavisya Purana (Bagian 3) - Adam Dan Hawa Adalah Manusia Pertama Dalam Zaman Kaliyuga Dan Penganut Weda (Bukan Manusia Pertama Dibumi)

Adam dan Hawa adalah manusia pertama. Begitu dikatakan oleh beberapa kitab suci agama lain. Di Hindu manusia pertama dikenal dengan Manu. Mereka terlal]hir pada zaman yang berbeda dan hal yang pasti adalah mereka penganut ajaran Weda.

  • Adam dan Hawa : Terlahir pada zaman Kaliyuga (sekarang ini)
  • Manu : Terlahir sebelum zaman kaliyuga
Jika kita berbicara tentang siapa manusia pertama setelah alam semesta di ciptakan Tuhan? Mungkin ulasan berikut ini membantu : Siapa Manusia Pertama dan Bagaimana Hindu Menjawabnya? Simak ulasan berikut ini


Om Swastiastu,

Berikut tertulis pada Bhavisya Purana (Bagian 3) :

"Vyasa mengatakan: "Sekarang engkau akan mendengar cerita masa depan diriwayatkan oleh Suta Goswami ini dengan penuh perhatian. Dengan mendengar Kisah Kali-yuga ini, engkau akan menjadi puas". "Setelah orang orang Mleccha dihancurkan , Kali purusha berdoa kepada Sang Hyang Wisnu, Narayana . Setelah beberapa waktu, karena terpuaskan oleh tapasya Kali Purusha, Vhisnu muncul kepadanya dan berkata, "Masa ini akan menjadi jaman yang baik untukmu. Aku akan memenuhi keinginanmu memiliki berbagai macam bentuk.

Ada seseorang bernama Adama (Adam) dan istrinya Havyavati (Hawa). Mereka lahir dari keturunan Vishnu-Kardama dan akan meningkatkan jumlah generasi Mlecchas. (Kardama adalah salah satu dari sembilan anak pikiran-lahir dari Brahma.

Dia adalah seorang pemuja setia Visnu. Dia menyenangkan Visnu karena pertapaan dan diberikan dua anugerah: Seorang istri yang baik dan Visnu menjelmakan diriNya sebagai anaknya. Segera setelah itu, Manu, datang ke pertapaannya dan menawarkan Devahuti, putrinya, dalam pernikahan kepadanya. Kardama memiliki sembilan putri dan seorang putra bernama Kapila.

Anasuya [1], Arundhati [2] dan Khyati [3] di antara sembilan anak-anaknya. Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai kepala rumah tangga, Kardama menyarankan istrinya Devahuti untuk mendapatkan kebijaksanaan spiritual dari anak mereka Kapila. Kardama pensiun ke hutan untuk pertapaan setelah ini."

"Setelah menyampaikan hal ini kepada Kali, Vhisnu kembali ke Vhisnuloka, Kali purusha yang begitu gembira pergi ke Nilacha"

"Di sisi timur kota Pradan di mana ada hutan yang begitu luas, yakni 16 yojanas persegi. Pria bernama Adama telah tinggal di sana di bawah Papa-Vriksha atau pohon berdosa dan sangat ingin melihat istrinya Havyavati. Kali purusha dengan cepat datang dengan berubah bentuk menjadi ular. Dia menipu mereka dan mereka tidak menaati lagi Vishnu.


Adama memakan buah terlarang dari pohon berdosa. Mereka hidup dengan makan udara dengan daun disebut Udumbara. Setelah mereka memiliki anak, anak mereka semua menjadi Mlecchas. Adama berumur sembilan ratus tiga puluh tahun. Dia menawarkan persembahan dengan buah-buahan dan pergi ke surga dengan istrinya. Anaknya bernama Sveta-nama, dan dia berumur sembilan ratus dua belas tahun. Anak Sveta-nama itu Anuta, yang berumur seratus tahun kurang dari ayahnya yaitu 812 tahun. Anaknya Kinasa berumur sebanyak kakeknya 912 tahun. Anaknya Malahalla berumur delapan ratus sembilan puluh lima tahun. Anaknya Virada berumur 160 tahun. Anaknya Hamuka mempersembahkan dirinya untuk memuja Dewa Wisnu, dan menawarkan persembahan buah-buahan yang diraihnya keselamatan. dia berumur 365 tahun dan pergi ke surga dengan tubuh yang sama dan disebut dalam mleccha-dharma."



Karena Mleccha-yajnya telah membuat orang-orang jahat sirna dari muka bumi, Kali-purusa atau penguasa Zaman Kali, menjadi bingung. Kali yang berwujud raja dengan kulit sehitam arang ini kemudian bermeditasi di belahan barat dunia untuk memuja Sri Visnu. Tempat dimana Kali bermeditasi disinyalir adalah Segitiga Bermuda, suatu daerah perairan di Amerika Utara yang sangat misterius.

Beberapa cendekiawan Muslim berpendapat bahwa Segitiga Bermuda adalah tempat dimana Iblis Dajjal berada. Iblis ini akan muncul diakhir zaman. Tampaknya, antara Kali-Purusa dalam Veda dan Dajjal dalam Al-Quran memiliki ciri-ciri yang sama. Setelah sekian lama bermeditasi, Sri Visnu muncul di hadapan Kali.

Kali berkata, “Tuhan, ini adalah zaman hamba. Engkau telah mengizinkan hamba untuk menyesatkan umat manusia di zaman hamba. Namun karena mleccha-yajnya, semua orang jahat telah binasa dari bumi. Mohon berikan petunjuk apa yang hamba lakukan”.

Sri Visnu bersabda,”Pergilah ke taman milik Indra di timur kota Pradan. Di sana Rsi Adama dan istrinya Havyavati tinggal. Karena tipu muslihatmu, mereka akan meningkatkan jumlah manusia yang bisa kau pengaruhi”.

Kali merasa puas dan bersujud kepada Sri Visnu lalu pergi ke taman milik Indra. Uraian ini mirip dengan uraian dalam Al-Quran dan Injil bahwa iblis diberikan izin oleh Tuhan untuk menyesatkan manusia hingga akhir zaman.

Dalam Veda, akhir zaman yang dimaksud adalah akhir zaman Kaliyuga, sebelum kedatangan zaman baru yakni Satyayuga. Disini muncul pertanyaan, mengapa Sri Visnu memberkati Kali walaupun Kali memiliki tujuan untuk menyesatkan manusia?

Tuhan adalah ayah bagi setiap mahkluk hidup. Ketika Tuhan menciptakan alam semesta ini melalui Dewa Brahma, dharma dan adharma juga diciptakan dari bagian depan dan belakang badan Brahma. Kali-purusa lahir dari adharma ini. Setiap mahkluk yang dilahirkan. Di alam semesta ini memiliki hak melakukan kegiatannya, dan Tuhan sebagai ayah alam semesta memfasilitasi hal itu. Akan tetapi, Tuhan tidak bertanggung jawab terhadap hasil perbuatan mahkluk hidup.

Hasil perbuatan mahkluk hidup akan ditanggung mahkluk itu sendiri berupa karma-phala. Karena Kali-purusa juga mahkluk hidup yang diciptakan Tuhan, maka Tuhan memberikan waktu khusus bagi Kali untuk berkuasa di bumi. Masa ini dinamai Kaliyuga, berlangsung selama 432.000 tahun manusia. Setelah itu, masa kekuasaan Kali akan berakhir.

Singkat cerita, Kali-purusa menyamar memjadi ular dan membujuk Rsi Adama dan Havyavati untuk memakan buah dari pohon papa-vrksa milik Indra. Karena tercemar oleh dosa, Rsi Adama dan Havyavati dikeluarkan dari taman surgawi itu. Kisah ini sangat mirip dengan kisah Adam dan Hawa dalam Injil dan Al-Quran.

Menurut uraian dalam Injil, taman surgawi ini berada di perpaduan antara empat sungai yaitu Pison, Gihon, Tigris dan Eufrat. Dua sungai yaitu Tigris dan Eufrat masih ada hingga kini yakni di Iran. Uraian ini cocok dengan Veda bahwa taman Indra berada di Kusadvipa, daerah Timur Tengah. Turunnya Rsi Adama dan Havyavati, menurut Veda, adalah akibat pengaruh jahat Kali. Ras manusia yang ada pada zaman kaliyuga ini dalah kerturunan dari Rsi Adama dan Havyavati.

Sementara itu, ras manusia sebelum zaman kaliyuga adalah keturunan dari Manu sehingga memiliki fisik dan spiritual yang jauh lebih tinggi. Karena itu manusia zaman Kaliyuga adalah ras (spesies) manusia yang jauh merosot secara fisik dan rohani dibandingkan dengan manusia-manusia zaman sebelumnya sampai era Mahabharta. Itulah sebabnya kecanggihan teknologi dan keampuhan mantra Veda pada zaman Mahabharata tidak dapat digunakan oleh manusia saat ini karena kualitas manusianya yang sudah dipengaruhi oleh Kali-purusa sejak awal.

Konteks artikel kali ini adalah tentang perzaman nya, bukan saat pertama kali alam semesta di ciptakan. Jika kita berbicara tentang siapa manusia pertama di alam semesta (Silakan baca : Siapa Manusia Pertama dan Bagaimana Hindu Menjawabnya? Simak ulasan berikut ini)

Spesies manusia pada zaman sebelum Kaliyuga dapat berinteraksi langsung dengan para dewa karena kesucian mereka, namun setelah zaman Kaliyuga, benih ras manusia telah dipengaruhi Kali-purusa sejak awal sehingga umat manusia cenderung lebih tertarik berbuat jahat ketimbang melaksanakan dharma.

Namun konon bangsa jin terlibat petempuran dan pertengkaran sehingga Tuhan menciptakan Adam dari contoh rupa diri-Nya sendiri. Ada banyak contoh dalam Veda mengenai peperangan antara jin (raksasa) dan para dewa, Mahabharata adalah perang besar yang melibatkan semua spesies makhluk cerdas di alam semesta, mulai dari dewa, jin, binatang dan sebagainya. Manusia-manusia yang berperang saat itu pun memiliki kualitas setara para dewa.

Dalam Bhavisya Purana dinyatakan bahwa Rsi Adama pada akhirnya melakukan pertapaan bersama Havyavati untuk memuja Sri Visnu dan mencapai planet suga material di kediaman Indra. Jadi, berdasarkan Veda, jelas disebutkan apa keyakinan yang dianut oleh Rsi Adama dan Havyavati karena pada saat itu agama-gama belumlah turun kecuali agama Veda, Sanatana-dharma. Tahun 1500 SM juga masa dimana Hastinapura mengalami keruntuhan. Pada masa yang sama, sungai Sarasvati mengering dan lenyap dari muka bumi. Mengeringnya Sungai Sarasvati ini, dimulainya zaman kegelapan Kali.

Tempat taman surgawi dimana Rsi Adama dan Havyavati tinggal cocok dengan lokasi dimana Kerajaan Sumeria berada (di Iran kini) Tak heran, para sejarawan beramsumsi bahwa Iran adalah cikal-bakal peradaban dunia yang ada kini. Namun, hal mengejutkan bahwa di Iran sendiri banyak terdapat peninggalan peradaban Veda berupa arca dan kuil Hindu dari zaman yang lebih tua.

Salah Rahayu.

Om Santi, Santih, Santih Om.

Referensi artikel : Majalah Hindu Times

Comments

  1. Om svastyastu.
    Ini tulisan dari Majalah Hindu Times. Matur suksma.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Om Swastiastu, Nggih suksma atas konfirmasinya. Kemarin kami dapatkan artikelnya dari forum2 Hindu.

      Kami sangat menghargai sumber asli dari artikel yang kami publish, untuk itu kami memproteksi artikel agar tidak bisa di copy.

      Suksma atas konfirmasinya, Kami update sumbernya

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengenal Japa Mantra Om Namah Siwaya (Siwa) dan Urutan Pengucapannya

Mitos dan Asal Usul Ulat Lulut

Nabi Disetiap Agama, Bagaimana Dengan Nabi Di Hindu?